Senin 7 September 2026 - 02:12
Kedudukan Agung Nabi Muhammad Saww

Hawzah/ Hujjatul-Islam Muhammad Syariful Islam mengatakan: Misi universal, akhlak yang agung, kedudukan yang terpuji (Maqam Mahmud), dan rahmat bagi seluruh alam, adalah sebagian dari manifestasi kedudukan luhur Nabi Muhammad Saww.

Berita Hawzah – Muhammad Syariful Islam, seorang ulama Bangladesh, dalam khotbah Jumat di Masjid Jami' Haripur, kota Bogura, Bangladesh, menjelaskan berbagai dimensi kedudukan dan martabat Nabi Muhammad Saww. Ia menyatakan: Misi universal, akhlak yang agung, kedudukan terpuji (Maqam Mahmud), rahmat bagi seluruh alam, penutup kenabian (khatam an-nubuwwah), dan syariat Islam yang abadi, merupakan manifestasi terpenting dari kedudukan khusus Rasulullah Saww.

Ia mengacu pada kedudukan istimewa Nabi Muhammad Saww dalam Al-Qur'anul Karim dan mengatakan: Allah swt sendiri telah menegaskan tingginya martabat beliau dan berfirman: "ورفعنا لك ذكرك" — "Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu." (QS. Asy-Syarh [94]: 4)

Hujjatul-Islam Muhammad Syariful Islam menambahkan: Salah satu tanda paling jelas dari kedudukan luhur ini adalah penyandingan nama Nabi Muhammad Saww dengan nama Allah dalam syahadatain (dua kalimat syahadat) dan dasar iman umat Islam, yaitu ketika diucapkan: "لا اله الا الله محمد رسول الله" (Tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah). Penyandingan ini menunjukkan kedudukan istimewa dan khusus Rasulullah Saww dalam sistem keyakinan Islam.

Misi Kenabian Nabi Muhammad Saww untuk Seluruh Umat Manusia

Ulama Bangladesh ini, dengan menekankan universalitas misi Nabi Muhammad Saww, menyatakan: Misi beliau tidak dikhususkan untuk suatu kaum, bangsa, atau wilayah tertentu, melainkan Nabi Islam Saww diutus untuk membimbing seluruh umat manusia.

Ia mengutip firman Allah dalam QS. Saba' [34]: 28: «وَمَا أَرْسَلْنَاکَ إِلَّا کَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِیرًا وَنَذِیرًا»؛ — "Dan Kami tidak mengutus engkau (wahai Muhammad), melainkan kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan." Serta firman-Nya dalam QS. Al-Anbiya' [21]: 107: «وَمَا أَرْسَلْنَاکَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِینَ»؛ — "Dan Kami tidak mengutus engkau, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."

Hujjatul-Islam Muhammad Syariful Islam menegaskan: Gelar "رحمة للعالمين" (rahmat bagi seluruh alam) dengan jelas menunjukkan keluasan dan kebesaran misi Nabi Muhammad Saww; sebuah misi yang tidak hanya untuk suatu kaum, wilayah, atau masa tertentu, melainkan ajaran beliau adalah untuk membimbing dan mengantarkan kebahagiaan seluruh umat manusia di sepanjang zaman.

Nabi Muhammad Saww, Teladan Sempurna Akhlak dan Keutamaan

Selanjutnya, ia merujuk pada kedudukan agung akhlak Nabi Muhammad Saww dan menyatakan: Al-Qur'anul Karim menjelaskan tentang akhlak beliau: "وانك لعلى خلق عظيم" — "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas akhlak yang agung dan luhur." (QS. Al-Qalam [68]: 4)

Pakar keagamaan ini menambahkan: Akhlak Nabi Muhammad Saww merupakan perwujudan nyata dari ajaran Al-Qur'anul Karim, dan beliau memperlihatkan konsep-konsep akhlak serta pendidikan Qur'ani secara sempurna dalam perilaku, ucapan, dan gaya hidupnya.

Hujjatul-Islam Muhammad Syariful Islam, dengan mengutip riwayat terkenal "كان خلقه القرآن" (Akhlaknya adalah Al-Qur'an), mengatakan: Ungkapan ini menunjukkan bahwa akhlak Nabi Muhammad Saww menyatu dengan ajaran-ajaran Al-Qur'an, dan sirah (perjalanan hidup) praktis beliau merupakan tafsiran objektif terbaik dari nilai-nilai akhlak Al-Qur'anul Karim.

Sirah Nabi Muhammad Saww, Teladan Terbaik dalam Kehidupan

Ulama Bangladesh ini, dengan mengutip firman Allah dalam QS. Al-Ahzab [33]: 21, menjadikan kehidupan Nabi Muhammad Saww sebagai teladan yang komprehensif bagi umat Islam dan menyatakan: Allah swt berfirman: "لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة" — "Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu." Kehidupan Nabi Muhammad Saww tidak terbatas hanya pada ibadah dan ritual keagamaan semata, melainkan beliau juga menghadirkan teladan yang sempurna bagi umat manusia dalam berbagai aspek kehidupan pribadi dan sosial.

Ia menambahkan: Perilaku Nabi Muhammad Saww dalam keluarga dan masyarakat, cara pemerintahan dan penegakan keadilan, rasa empati terhadap kaum lemah, pemaaf terhadap musuh-musuh, serta sikap mulia terhadap sesama manusia, semuanya merupakan contoh-contoh dari sirah praktis beliau yang dapat menjadi penerang jalan bagi manusia di masa kini.

Khatamun Nubuwwah (Penutup Kenabian); Salah Satu Manifestasi Keagungan Nabi Saww 

Hujjatul-Islam Muhammad Syariful Islam selanjutnya menyatakan bahwa status Nabi Muhammad Saww sebagai Khatamul Anbiya' (Penutup Para Nabi) merupakan salah satu manifestasi terpenting dari keagungan beliau. Dengan mengutip Al-Qur'anul Karim, ia berkata: Allah SWT berfirman: "ولكن رسول الله و خاتم النبيين" — "Akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi." (QS. Al-Ahzab [33]: 40)

Beliau menambahkan: Dengan diutusnya Nabi Muhammad Mustafa Saww, rangkaian kenabian pun berakhir, dan syariat yang diturunkan kepada beliau akan menjadi petunjuk bagi kebahagiaan umat manusia hingga hari kiamat.

Maqam Mahmud (Kedudukan Terpuji); Kedudukan Istimewa bagi Nabi Muhammad Saww 

Pakar keagamaan ini juga menyebutkan "Maqam Mahmud" sebagai salah satu manifestasi lain dari kedudukan istimewa Nabi Muhammad Saww, dan menyatakan: Allah swt berfirman: 

"'عسى ان يبعثك ربك مقاما محمودا"

— "Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke kedudukan yang terpuji." (QS. Al-Isra' [17]: 79)

Ia mengatakan: Dalam kondisi sulit di hari kiamat, kedudukan istimewa Nabi Muhammad Saww akan tampak jelas, dan dalam riwayat-riwayat pun banyak disebutkan tentang masalah syafa'at (pertolongan) beliau Saww.

Salam Allah serta Para Malaikat atas Nabi Muhammad Saww 

Ulama Bangladesh ini, dengan membacakan firman Allah dalam QS. Al-Ahzab [33]: 56, menyampaikan salah satu tanda kebesaran Nabi Muhammad Saww dan mengatakan: Allah swt berfirman: "إن الله وملائكته يصلون على النبي" — "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi."

Ia melanjutkan: Setelah itu, Allah juga menyeru orang-orang beriman dan berfirman: "يا ايها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما" — "Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan."

Hujjatul-Islam Muhammad Syariful Islam menegaskan: Perintah Ilahi kepada orang-orang beriman untuk mengucapkan shalawat dan salam atas Nabi Muhammad Saww menunjukkan kedudukan istimewa dan martabat luhur beliau, dan umat Islam hendaknya memperhatikan perintah Ilahi ini dalam kehidupan mereka.

Kecintaan kepada Nabi Saww; Bagian dari Hakikat Iman

Selanjutnya, beliau merujuk pada pentingnya kecintaan kepada Nabi Muhammad Saww dengan mengutip riwayat terkenal beliau yang bersabda:

"لَا یُؤْمِنُ أَحَدُکُمْ حَتَّی أَکُونَ أَحَبَّ إِلَیْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِینَ"

— "Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian, hingga aku lebih dicintainya daripada anaknya, ayah dan ibunya, serta seluruh manusia."

Ia menyatakan: Kecintaan kepada Rasulullah Saww bukan sekadar perasaan hati semata, melainkan kecintaan yang sejati akan bermakna apabila seseorang juga mengikuti beliau dalam perbuatan, memperhatikan perintah-perintah beliau, dan berpegang teguh pada sunnah serta sirah Nabi Muhammad Saww.

Kedudukan Nabi Muhammad Saww dalam Ajaran Ahlulbait as

Hujjatul-Islam Muhammad Syariful Islam, dengan merujuk pada riwayat-riwayat dari Ahlulbait as tentang kedudukan Nabi Muhammad Saww, mengatakan: Dalam ajaran dan riwayat Ahlulbait as, berbagai dimensi kedudukan dan martabat Rasulullah Saww —termasuk cahaya kenabian (nuraniyah), ilmu, akhlak, kedudukan risalah, serta kedekatan beliau kepada Allah— telah ditekankan. Dan umat Islam hendaknya menunjukkan kecintaan dan penghormatan mereka kepada Nabi Muhammad Saww dalam perbuatan, serta mengamalkan ajaran-ajaran akhlak dan pendidikan beliau dalam kehidupan pribadi dan sosial mereka.

Hujjatul-Islam Muhammad Syariful Islam di akhir menyimpulkan: Pemahaman yang sesungguhnya tentang kebesaran dan keunggulan Nabi Muhammad Saww tidak hanya terbatas pada pernyataan cinta dan penghormatan kepada beliau, melainkan kita juga harus menginternalisasi keadilan, rahmat, pemaafan, akhlak mulia, dan nilai-nilai luhur lainnya yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saww bagi umat manusia dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha