Berita Hawzah – Rangkaian kajian Mahdawiyah bertajuk «Menuju Masyarakat Ideal» dipersembahkan kepada Anda, para cendekiawan yang budiman, dengan tujuan menyebarluaskan ajaran dan pengetahuan yang berkaitan dengan Imam Zaman (Afs).
Persamaan Ahlussunnah dan Syiah dalam Pembahasan Mahdawiyah
Ahlussunnah telah menyinggung hakikat «pemikiran Mahdawiyah» dalam banyak riwayat. Meskipun dalam beberapa hal terdapat perbedaan dengan keyakinan Syiah, namun terdapat pula banyak persamaan di antara keduanya.
Kepastian Kemunculan dan Kebangkitan Imam Mahdi (Afs)
Persoalan pertama yang menjadi kesepakatan antara Syiah dan Ahlussunnah adalah kepastian kemunculan dan kebangkitan Imam Mahdi (Afs). Hal ini merupakan salah satu keyakinan yang sudah pasti bagi kedua kelompok tersebut, sehingga terdapat puluhan bahkan ratusan riwayat mengenai hal ini dalam sumber-sumber hadis mereka.
Nasab Imam Mahdi (Afs)
Salah satu persoalan yang sampai batas tertentu menjadi titik kesepakatan antara Syiah dan Ahlussunnah adalah nasab Imam Mahdi (Afs). Syiah telah menjelaskan dan memperkenalkan secara gamblang nasab tersebut hingga kepada ayah mulia Imam Mahdi (Afs). Sementara itu, Ahlussunnah juga telah menyinggung beberapa hal tertentu mengenai nasab beliau, sebagai berikut:
Imam Mahdi (Afs), Berasal dari Ahlulbait dan Keturunan Rasulullah
Ibnu Majah dalam kitab Sunan-nya meriwayatkan bahwa Rasulullah Saww, bersabda:
«الْمَهْدِی مِنَّا أَهْلَ الْبَیتِ یصْلِحُهُ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ فِی لَیلَةٍ»
“Al-Mahdi berasal dari kami, Ahlulbait. Allah Azza wa Jalla akan mempersiapkan urusannya dalam satu malam.”
(Ibnu Majah, Sunan, jilid 2, hadis 4085; Kasyf al-Ghummah, jilid 2, halaman 477; Dalail al-Imamah, halaman 247)
Rasulullah Saww, bersabda:
«یخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَیتِی عِنْدَ انْقِطَاعٍ مِنَ الزَّمَانِ وَ ظُهُورٍ مِنَ الْفِتَنِ یکُونُ عَطَاؤُهُ حَثْیاً.»
“Pada akhir zaman dan ketika berbagai fitnah bermunculan, seorang laki-laki dari Ahlulbaitku akan bangkit, dan pemberiannya akan sangat melimpah.”
(Ibnu Abi Syaibah, al-Kitab al-Musannaf, hadis 37639; Kasyf al-Ghummah, jilid 2, halaman 483)
San'ani dalam kitab al-Musannaf meriwayatkan dari Rasulullah Saww:
«...فَیبْعَثُ اللَّهُ رَجُلًا مِنْ عِتْرَتِی مِنْ أَهْلِ بَیتِی...»
“...Maka Allah akan membangkitkan seorang laki-laki dari keturunanku dan Ahlulbaitku...”
(San'ani, al-Musannaf, jilid 11, hadis 20770; Thabrani, al-Mu'jam al-Kabir, jilid 10, hadis 10213)
Imam Mahdi (Afs), Berasal dari Keturunan Imam Ali (as)
Salah satu titik kesepakatan lain dalam riwayat-riwayat Syiah dan Ahlussunnah adalah bahwa Imam Mahdi (Afs), berasal dari keturunan Imam Ali (as). Suyuthi dalam ‘Urf al-Wardi meriwayatkan bahwa Rasulullah Saww, memegang tangan Ali (as), lalu bersabda:
«سَیخْرُجُ مِنْ صُلْبِ هَذَا فَتًی یمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطاً وَ عَدْلًا.»
“Kelak, dari keturunan orang ini akan muncul seorang pemuda yang akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran.”
(Jalaluddin Suyuthi, al-Hawi lil-Fatawa, kitab: al-‘Urf al-Wardi, halaman 74 dan 88)
Juwaini asy-Syafi'i dalam Faraid al-Simtain meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Saww, bersabda:
«إِنَّ عَلِی بْنَ أَبِی طَالِبٍ علیهالسلام إِمَامُ أُمَّتِی وَ خَلِیفَتِی عَلَیهَا بَعْدِی وَ مِنْ وُلْدِهِ الْقَائِمُ الْمُنْتَظَرُ الَّذِی یمْلَأُ اللَّهُ بِهِ الْأَرْضَ عَدْلًا وَ قِسْطاً کَمَا مُلِئَتْ ظُلْماً وَ جَوْراً...»
“Sesungguhnya Ali bin Abi Thalib (as), adalah imam umatku dan khalifahku atas mereka sepeninggalku. Dari keturunannya akan muncul al-Qa'im al-Muntazhar yang akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kesetaraan, sebagaimana bumi telah dipenuhi oleh kezaliman dan penindasan.”
(Juwaini asy-Syafi'i, Faraid al-Simtain, jilid 2, halaman 327, hadis 589; Kamal al-Din wa Tamam al-Ni'mah, jilid 1, halaman 287, bab 25, hadis 7)
Imam Mahdi (Afs), Berasal dari Keturunan Fatimah (as)
Dalam banyak riwayat Ahlussunnah, ditegaskan bahwa Imam Mahdi (Afs), berasal dari keturunan Fatimah (as). Ibnu Majah meriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa ia mendengar Rasulullah Saww, bersabda:
«الْمَهْدِی مِنْ وُلْدِ فَاطِمَةَ.»
“Mahdi berasal dari keturunan Fatimah.”
(Sunan Ibnu Majah, hadis 4086; Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, jilid 4, hadis 4284; Nu'aim bin Hammad, al-Fitan, halaman 375; Hakim, al-Mustadrak, jilid 4, halaman 557)
Imam Mahdi (Afs), Memiliki Nama yang Sama dengan Rasulullah
Ahlussunnah dan Syiah sepakat bahwa Imam Mahdi (Afs), memiliki nama yang sama dengan Rasulullah Saww. (Maqdisi asy-Syafi'i, 'Iqd al-Durar, halaman 45 dan 55)
Latar Belakang Kemunculan
Sejumlah perubahan sosial sebelum kemunculan Imam Mahdi telah disebutkan, baik dalam sumber-sumber Syiah maupun Ahlussunnah:
Keputusasaan Total Masyarakat
Dawud bin Katsir ar-Raqi berkata: Aku berkata kepada Imam Shadiq (as), “Persoalan ini, yakni kemunculan Imam Mahdi, telah berlangsung begitu lama bagi kami hingga dada kami terasa sesak...” Imam kemudian bersabda:
“Ketika keputusasaan terhadap datangnya kelapangan dari kami mencapai puncaknya... seorang penyeru dari langit akan menyerukan nama al-Qa'im.”
(Nu'mani, al-Ghaibah, halaman 186, hadis 29)
Nabi Islam Saww, bersabda kepada Imam Ali (as):
“Wahai Ali! Kemunculan Mahdi akan terjadi ketika keadaan kota-kota telah berubah, hamba-hamba Allah berada dalam kelemahan, serta mereka telah berputus asa dari datangnya kelapangan dan kemunculan Mahdi. Pada saat itulah Mahdi al-Qa'im, yang merupakan salah seorang dari keturunanku, akan muncul.”
(Qunduzi, Yanabi' al-Mawaddah, halaman 528; lihat juga: al-Bayan fi Akhbar Sahib al-Zaman, halaman 42, hadis 21; al-Hawi lil-Fatawa, halaman 92)
Meluasnya Kezaliman
Rasulullah Saww, bersabda mengenai hal ini:
«لَوْ لَمْ یبْقَ مِنَ الدُّنْیا إِلَّا یوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِکَ الْیوْمَ حَتَّی یبْعَثَ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ بَیتِی یمْلَأُ الْأَرْضَ عَدْلًا وَ قِسْطاً کَمَا مُلِئَتْ ظُلْماً وَ جَوْراً...»
“Sekalipun tidak tersisa dari umur dunia kecuali satu hari, Allah akan memanjangkan hari itu hingga Dia membangkitkan seorang laki-laki dari Ahlulbaitku yang akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kesetaraan, sebagaimana sebelumnya bumi telah dipenuhi dengan kezaliman dan penindasan.”
(Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, hadis 4282)
Tanda-Tanda Kemunculan
Dalam sumber-sumber riwayat Syiah, sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang disebut sebagai tanda-tanda kemunculan. Tanda-tanda tersebut terbagi menjadi dua, yaitu tanda-tanda pasti dan tidak pasti. Sebagian di antaranya juga disebutkan dalam sumber-sumber Ahlussunnah:
Seruan dari Langit
Rasulullah Saww, bersabda:
“Pada bulan Muharam, akan terdengar seruan dari langit yang berbunyi: ‘Pilihan Allah adalah si fulan (Mahdi). Maka dengarkanlah perkataannya dan ikutilah dia.’”
(Nu'aim bin Hammad, al-Fitan, halaman 93; Maqdisi asy-Syafi'i, 'Iqd al-Durar fi Akhbar al-Muntazhar, halaman 79, 83, dan 99; lihat juga: Faraid al-Simtain, jilid 2, halaman 316; al-Hawi lil-Fatawa, halaman 73)
Imam Ali bin Abi Thalib (as), juga bersabda:
“Ketika seorang penyeru dari langit menyerukan bahwa kebenaran berada pada keluarga Muhammad Saww, maka pada saat itu Mahdi akan muncul.”
(Ja'far bin Muhammad Ibnu al-Munadi, al-Malahim, halaman 196, hadis 143)
Imam Shadiq (as), bersabda:
«النِّدَاءُ مِنَ الْمَحْتُومِ...»
“Seruan [dari langit] termasuk tanda-tanda yang pasti.”
(Nu'mani, al-Ghaibah, hadis 11)
Sufyani
Salah satu tanda lain kemunculan Mahdi yang dijanjikan adalah kebangkitan seseorang yang dikenal dengan sebutan Sufyani. Dalam banyak riwayat Syiah, kepastian kemunculannya ditekankan sebagai salah satu tanda yang pasti. (Lihat: Nu'mani, al-Ghaibah, halaman 257, hadis 15 dan halaman 264, hadis 26; Syekh Shaduq, Kamal al-Din wa Tamam al-Ni'mah, jilid 2, halaman 650, hadis 5; Muhammad bin Hasan ath-Thusi, Kitab al-Ghaibah, halaman 435)
Dalam sejumlah hadis Ahlussunnah, peristiwa tersebut juga secara tegas disebut sebagai salah satu tanda kemunculan Imam Mahdi (Afs). (al-Hawi lil-Fatawa, halaman 80; 'Iqd al-Durar, halaman 76; lihat juga: Muttaqi al-Hindi, Kanz al-'Ummal, jilid 11, halaman 273)
Ditenggelamkannya Pasukan di Baida
«Baida» adalah nama sebuah wilayah di antara Makkah dan Madinah.
Maksud dari tanda ini adalah bahwa Sufyani akan berangkat menuju Makkah dengan pasukan besar untuk memerangi Imam Mahdi (Afs). Ketika mereka berada di antara Makkah dan Madinah, di sebuah tempat yang dikenal dengan nama «Baida», mereka akan ditenggelamkan ke dalam bumi secara mukjizat.
Rasulullah Saww, bersabda:
«...فَیبْعَثُ إِلَیهِ جَیشٌ مِنَ الشَّامِ حَتَّی إِذَا کَانُوا بِالْبَیدَاءِ خُسِفَ بِهِمْ...»
“Kemudian suatu pasukan dari Syam dikirim untuk menuju kepadanya. Ketika mereka telah sampai di wilayah Baida, mereka ditenggelamkan ke dalam bumi.”
(San'ani, al-Musannaf, jilid 11, halaman 371)
(Lihat juga: Thabrani, al-Mu'jam al-Awsath, jilid 2, halaman 35; Muttaqi al-Hindi, Kanz al-'Ummal, jilid 11, halaman 277, hadis 31513; al-Bayan, halaman 44, hadis 23; 'Iqd al-Durar, halaman 80; al-Hawi lil-Fatawa, halaman 71)
Terbunuhnya Nafs Zakiyyah (Jiwa yang Suci)
Salah satu tanda yang disebut sebagai tanda pasti, dan juga disebutkan dalam sejumlah sumber Ahlussunnah, adalah terbunuhnya seorang manusia yang suci dan tidak bersalah menjelang kebangkitan Imam Mahdi (Afs), di antara Rukun dan Maqam. (Ibnu Abi Syaibah, al-Musannaf, jilid 8, halaman 679; Muttaqi al-Hindi, Kanz al-'Ummal, jilid 11, halaman 277; Jalaluddin Suyuthi, al-Hawi lil-Fatawa, halaman 78)
Hal-Hal yang Berkaitan dengan Kemunculan Imam Mahdi (Afs)
Persiapan Kemunculan Imam Mahdi (Afs), dalam Satu Malam
Dari sejumlah riwayat dapat dipahami bahwa urusan kemunculan Imam Mahdi (Afs), akan dipersiapkan dan dimatangkan dalam satu malam. Hal ini juga merupakan salah satu perkara yang disebutkan oleh Syiah maupun Ahlussunnah. (al-Bayan fi Akhbar Sahib al-Zaman, halaman 31, hadis 11; al-Hawi lil-Fatawa, halaman 69; 'Iqd al-Durar, halaman 210)
Lokasi Kemunculan
Banyak hadis menyebutkan tentang titik awal kemunculan Imam Mahdi (Afs), serta bergabungnya para pengikut khusus beliau kepadanya. Titik persamaan dari riwayat-riwayat tersebut adalah bahwa kemunculan beliau akan dimulai dari Makkah. (Nu'mani, al-Ghaibah, halaman 313, hadis 4 dan halaman 315, hadis 9; Maqdisi asy-Syafi'i, 'Iqd al-Durar, bab 2, halaman 56)
Selain itu, berdasarkan banyak riwayat, kemunculan beliau akan dimulai dari sisi Ka'bah.
Rasulullah Saww, bersabda:
“Sekelompok orang dari Irak dan para pembesar dari Syam akan datang kepada Mahdi dan berbaiat kepadanya di antara Rukun dan Maqam...”
(Nu'aim bin Hammad, al-Fitan, bagian keempat, halaman 242, hadis 950)
Beliau juga bersabda:
“...Mahdi akan dibaiat di antara Rukun dan Maqam.”
(Maqdisi asy-Syafi'i, 'Iqd al-Durar, bab 2, halaman 56)
Turunnya Para Malaikat untuk Menolong Imam Mahdi (Afs)
Salah satu tema yang menjadi titik persamaan antara Syiah dan Ahlussunnah adalah turunnya para malaikat untuk menolong Imam Mahdi (Afs), ketika beliau muncul. (‘Iqd al-Durar, halaman 46, 117, dan 185; al-Hawi lil-Fatawa, halaman 88; al-Bayan, halaman 84, hadis 53)
Turunnya Nabi Isa (as), dan Bermakmum kepada Imam Mahdi (Afs)
Salah satu peristiwa yang sangat penting pada masa kemunculan adalah turunnya kembali Nabi Isa (as). Peristiwa ini telah disebutkan dalam banyak riwayat.
Rasulullah Saww, bersabda:
«یَلْتَفِتُ الْمَهْدِی وَ قَدْ نَزَلَ عِیسَی بْنُ مَرْیَمَ کَأَنَّمَا یَقْطُرُ مِنْ شَعْرِهِ الْمَاءُ، فَیَقُولُ الْمَهْدِی: تَقَدَّمْ، وَصَلِّ بِالنَّاسِ، فَیَقُولُ عِیسَی بْنُ مَرْیَمَ: إِنَّمَا أُقِیمَتِ الصَّلَاةُ لَکَ، فَیُصَلِّی عِیسَی خَلْفَ رَجُلٍ مِنْ وُلْدِی...»
“Mahdi menoleh dan melihat bahwa Isa bin Maryam telah turun, seakan-akan air menetes dari rambutnya. Lalu Mahdi berkata kepadanya, ‘Majulah dan pimpinlah salat.’ Namun Isa bin Maryam menjawab, ‘Sesungguhnya salat ini didirikan untukmu.’ Kemudian Isa salat di belakang seorang laki-laki dari keturunanku.”
(Maqdisi asy-Syafi'i, 'Iqd al-Durar, halaman 292; Ali bin Isa al-Irbili, Kasyf al-Ghummah, jilid 3, halaman 278)
Beliau juga bersabda:
“...Jibril datang kepadaku dan berkata: ‘Wahai Muhammad! Allah Ta'ala telah memilih tujuh perkara dari Bani Hasyim... dan dari kalian terdapat seorang al-Qa'im yang kepadanya Isa bin Maryam akan salat di belakangnya.’”
(al-Kafi, jilid 8, halaman 50, hadis 10)
Imam Shadiq (as), bersabda:
«...وَ یَنْزِلُ رُوحُ اللَّهِ عِیسَی ابْنُ مَرْیَمَ فَیُصَلِّی خَلْفَهُ...»
“...Dan Ruhullah, Isa bin Maryam, akan turun lalu salat di belakangnya.”
(Syekh Shaduq, Kamal al-Din wa Tamam al-Ni'mah, jilid 2, halaman 330, hadis 16)
Karakteristik Pemerintahan Imam Mahdi (Afs)
Menegakkan Keadilan
Berdasarkan banyak riwayat, keadilan dan kesetaraan merupakan salah satu tujuan terpenting kebangkitan Imam Mahdi (Afs). Hal ini tidak hanya disebutkan dalam riwayat-riwayat Syiah, tetapi juga terdapat dalam banyak riwayat Ahlussunnah. (Musannaf Ibnu Abi Syaibah, hadis 19484; Sunan Abi Dawud, hadis 4282; al-Mu'jam al-Kabir karya Thabrani, hadis 10219 dan 10220)
Kesejahteraan dan Kemakmuran Umum
Salah satu karakteristik lain pemerintahan Imam Mahdi (Afs), adalah terwujudnya kesejahteraan umum. Karakteristik ini juga disebutkan dalam riwayat-riwayat Syiah dan Ahlussunnah. (al-Bayan, halaman 43, hadis 22; al-Hawi lil-Fatawa, halaman 71; 'Iqd al-Durar, halaman 195)
Rasulullah Saww, bersabda:
«یَكُونُ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ ... تَعِيشُ أُمَّتِي فِي زَمَانِهِ عَيْشًا لَمْ تَعِشْهُ قَبْلَ ذَلِكَ.»
“Mahdi akan hadir di tengah umatku... Pada masanya, umatku akan menjalani kehidupan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.”
(Ibnu Abi Syaibah, al-Musannaf, jilid 7, hadis 19484)
Beliau juga bersabda:
«يَكُونُ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ ... يَتَنَعَّمُ فِيهِ أُمَّتِي نِعْمَةً لَمْ يَتَنَعَّمُوا مِثْلَهَا قَطُّ.»
“Mahdi akan hadir di tengah umatku... Pada masa itu, umatku akan menikmati kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.”
(Ibnu Majah al-Qazwini, Sunan, hadis 4083; Ali bin Isa al-Irbili, Kasyf al-Ghummah fi Ma'rifat al-A'immah, jilid 3, halaman 257)
Kepuasan Masyarakat terhadap Pemerintahan Imam Mahdi (Afs)
Seluruh masyarakat setelah kemunculan dan selama masa pemerintahan Imam Mahdi (Afs), akan merasa sepenuhnya puas terhadap pemerintahan beliau. Hal ini disebutkan baik dalam riwayat Syiah maupun Ahlussunnah. (San'ani, al-Musannaf, hadis 20770; al-Bayan, halaman 42, hadis 21; al-Hawi lil-Fatawa, halaman 69; 'Iqd al-Durar, halaman 73; Faraid al-Simtain, jilid 2, halaman 310, hadis 561)
Keamanan Menyeluruh dan Universal
Salah satu karakteristik penting masyarakat pada masa kemunculan adalah terwujudnya keamanan yang menyeluruh dan universal di seluruh muka bumi. (Maqdisi asy-Syafi'i, 'Iqd al-Durar, halaman 207)
Imam Baqir (as), bersabda mengenai hal ini:
“Demi Allah! [Para pengikut Mahdi] akan terus berperang hingga Allah disembah secara tunggal dan tidak lagi disekutukan dengan sesuatu pun, sampai-sampai seorang perempuan tua yang lemah dapat melakukan perjalanan dari satu ujung dunia ke ujung lainnya tanpa seorang pun mengganggunya.”
(Thabrani, al-Mu'jam al-Kabir, jilid 8, halaman 179)
Rasa Berkecukupan di Kalangan Masyarakat
Salah satu karakteristik masyarakat pada masa kemunculan adalah adanya rasa berkecukupan. Rasulullah Saww, bersabda:
«أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ ... وَ يَمْلَأُ اللَّهُ قُلُوبَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ غِنًى...»
“Aku menyampaikan kabar gembira kepada kalian tentang Mahdi... [Pada saat kemunculannya] Allah akan memenuhi hati umat Muhammad Saww, dengan rasa berkecukupan.”
(Ahmad bin Hanbal, Musnad, jilid 3, halaman 37; Maqdisi asy-Syafi'i, 'Iqd al-Durar fi Akhbar al-Muntazhar, bab 8, halaman 219; lihat juga: al-Bayan, halaman 61, hadis 38; al-Hawi lil-Fatawa, halaman 76)
Kemenangan Islam atas Agama-Agama Lain
Salah satu hal lain yang menjadi titik persamaan antara Syiah dan Ahlussunnah adalah kemenangan Islam atas agama-agama lain pada masa kemunculan. ('Iqd al-Durar, halaman 95)
Pemerintahan Global Imam Mahdi (Afs)
Banyak hadis Islam menegaskan bahwa pemerintahan Imam Mahdi (Afs), akan meliputi seluruh dunia. Rasulullah Saww, bersabda:
«... يُبَايَعُ لَهُ النَّاسُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَ الْمَقَامِ، يَرُدُّ اللَّهُ بِهِ الدِّينَ وَ يَفْتَحُ لَهُ فُتُوحاً، فَلَا يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ يَقُولُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ.»
“...Orang-orang akan berbaiat kepadanya di antara Rukun dan Maqam. Melalui dirinya, Allah akan menegakkan kembali agama dan mengaruniakan berbagai kemenangan kepadanya, hingga tidak ada seorang pun di muka bumi yang tersisa kecuali mengucapkan, ‘La ilaha illallah.’”
(Maqdisi asy-Syafi'i, 'Iqd al-Durar, bab kedua, satu hadis sebelum hadis terakhir)
Imam Shadiq (as), bersabda:
«إِذَا قَامَ الْقَائِمُ لَا تَبْقَى أَرْضٌ إِلَّا نُودِيَ فِيهَا شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَ أَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللَّهِ»
“Ketika al-Qa'im bangkit, tidak akan tersisa satu wilayah pun kecuali di sana akan dikumandangkan dua kalimat syahadat: ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.’”
(Ayyasyi, Tafsir al-Ayyasyi, jilid 1, halaman 207, hadis 81)
Perlu disebutkan bahwa terdapat pula banyak hadis yang sama dalam sumber-sumber Syiah dan Ahlussunnah mengenai ciri-ciri fisik Imam Mahdi (Afs).
Pembahasan ini akan bersambung...
Diadaptasi dari buku «Darsnameh Mahdawiyah» karya Khodamorad Soleimian dengan sedikit perubahan.
Komentar Anda