Berita Hawzah – Maulana Hamid Jallalah menyampaikan pernyataan ini pada hari Ahad, 30 Agustus 2026, pukul lima sore, selama pawai Zafa yang digelar di kawasan Kigogo Post, kota Dar es Salaam. Dalam acara tersebut, Ia memaparkan beberapa ajaran terpenting yang harus diperhatikan manusia dalam kehidupan mereka. Ajaran-ajaran tersebut adalah:
1. Akhlak Mulia dan Keutamaan Moral
Maulana Syekh Jallalah menyatakan: Salah satu ciri paling menonjol yang menghiasi pribadi Nabi Muhammad Saww adalah akhlak mulia dan keutamaan moral yang luhur. Ia mengutip firman Allah Yang Maha Kuasa dalam Al-Qur'anul Karim:
«وَإِنَّکَ لَعَلَیٰ خُلُقٍ عَظِیمٍ»
"Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar di atas budi pekerti yang agung."
(QS. Al-Qalam: 4)
Beliau menambahkan: Nabi Muhammad Saww adalah teladan sempurna bagi umat manusia dalam hal akhlak mulia. Menurut Maulana Jallalah, mengikuti Nabi Muhammad Saww tidak boleh hanya sebatas ucapan, tetapi harus terwujud dalam perilaku, cara berinteraksi dengan sesama, menghormati orang lain, serta bergaul dengan lemah lembut, penuh kasih sayang, dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.
2. Kejujuran dan Amanah; Ciri-Ciri Menonjol Nabi Muhammad Saww
Maulana Hamid Jallalah, dalam menjelaskan pentingnya kejujuran dan amanah, mengatakan: Nabi Muhammad Saww telah dikenal dengan kedua sifat ini bahkan sebelum masa kenabian (bi'tsah). Ia menjelaskan bahwa masyarakat pada masa itu menjuluki beliau dengan sebutan "Ash-Shadiq Al-Amin" (yang jujur, benar dan terpercaya); hal ini menunjukkan tingginya kedudukan kejujuran dan amanah dalam pribadi beliau Saww.
Ia menegaskan bahwa di dunia saat ini, di mana tantangan terkait kejujuran dan amanah dapat memengaruhi hubungan antarindividu dan masyarakat, sangatlah penting bagi manusia untuk kembali menjadikan Nabi Agung Muhammad Saww sebagai teladan dan membangun kehidupan mereka di atas dasar kejujuran, menjaga amanah, serta menunaikan tanggung jawab dengan keadilan dan integritas.
3. Toleransi dan Menghormati Perbedaan Pandangan
Syekh dari Komunitas Muslim Syiah Tanzania tersebut juga menekankan pentingnya toleransi dan menghormati perbedaan pandangan, serta menyatakan: Nabi Muhammad Saww mengajarkan kepada manusia —yang berbeda dalam hal pandangan, sikap, dan kondisi kehidupan— untuk hidup berdampingan dengan saling menghormati dan bekerja sama.
Beliau menambahkan: Teladan ini tampak jelas setelah hijrahnya Nabi Muhammad Saww ke Madinah, di mana beliau berhadapan dengan individu-individu dan kelompok-kelompok yang memiliki pandangan beragam, namun mampu menciptakan landasan bagi hidup berdampingan dan kerja sama di antara mereka.
Oleh karena itu, beliau menyatakan bahwa masyarakat saat ini harus belajar dari Nabi Muhammad Saww bahwa perbedaan pendapat tidak boleh menjadi alasan untuk menimbulkan kebencian, perpecahan, dan permusuhan, melainkan perbedaan dapat dikelola melalui kebijaksanaan, dialog, dan saling menghormati.
4. Persatuan Islam dan Persatuan Nasional
Syekh terkemuka Tanzania ini, pada bagian lain pidatonya, menekankan pentingnya persatuan Islam tanpa memandang perbedaan mazhab, dan menyatakan: Nabi Muhammad Saww meletakkan fondasi yang menjadikan umat Islam sebagai umat yang bersatu dan solid.
Ia menambahkan: Ajaran-ajaran ini tidak boleh hanya tertinggal dalam kitab-kitab atau sekadar dalam acara-acara dan perayaan keagamaan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, serta memperkuat persaudaraan dan kerja sama di antara umat Islam.
Maulana Jallalah juga menekankan pentingnya persatuan nasional dan mengajak masyarakat untuk hidup berdampingan di atas dasar saling menghormati dan kerja sama, meskipun terdapat perbedaan di antara mereka, karena persatuan merupakan salah satu pilar fundamental bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
5. Perdamaian; Warisan Berharga Nabi Muhammad Saww bagi Dunia
Maulana Syekh Jallalah juga menekankan pentingnya perdamaian dan menyatakan: Nabi Muhammad Saww meletakkan fondasi perdamaian dan solidaritas dalam masyarakat.
Ia mengemukakan bahwa ajaran-ajaran Nabi Muhammad Saww memberikan petunjuk yang jelas tentang cara menyelesaikan perselisihan dan membangun hubungan yang didasarkan pada saling menghormati serta menjaga martabat kemanusiaan.
Oleh karena itu, beliau mengajak umat Muslim dan seluruh umat manusia untuk memelihara perdamaian sebagai sunnah baik yang ditinggalkan Nabi Muhammad Saww bagi mereka, serta memanfaatkan ajaran beliau Saww untuk meredakan konflik, memperkuat solidaritas, dan membangun masyarakat yang tenteram dan stabil.
Syekh Jallalah di akhir pidatonya menegaskan bahwa memuliakan kedudukan Nabi Muhammad Saww harus disertai dengan pengamalan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menunjuk kepada kejujuran, amanah, toleransi, persatuan, dan perdamaian sebagai di antara prinsip-prinsip yang dapat mengubah masyarakat menjadi lebih baik. Oleh karena itu, perayaan Maulid Nabi Muhammad Saww hendaknya menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali ajaran-ajaran ini dan menjadikannya bagian dari kehidupan umat Muslim dan masyarakat secara keseluruhan.
Komentar Anda