Sabtu 29 Agustus 2026 - 07:46
Kajian Mahdawiyah (53) | Konsep Mahdawiyah dalam Al-Qur'an (Part Akhir)

Hawzah/ Ayat-ayat Al-Qur'an terkadang memiliki makna yang beragam. Satu makna bersifat lahiriah dan umum, sementara makna lainnya merupakan makna batiniah atau yang disebut sebagai 'batin' ayat, yang tidak diketahui kecuali oleh Nabi Saww., para Imam as., dan orang-orang yang dikehendaki oleh Allah.

Berita Hawzah – Rangkaian pembahasan Mahdawiyah dengan judul «Menuju Masyarakat Ideal» dipersembahkan kepada Anda para cendekiawan terhormat, dengan tujuan menyebarluaskan ajaran-ajaran dan pengetahuan yang berkaitan dengan Imam Zaman (semoga Allah menyegerakan kemunculannya).

(Berikut ini adalah sebagian ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan Imam Mahdi as. dan revolusi global beliau:)

Ayat Keempat:

«وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ» (Al-Baqarah [2]: 148)

"Setiap golongan memiliki kiblat yang Allah tentukan baginya. (Maka janganlah banyak berbicara tentang kiblat! Dan sebagai gantinya,) berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan dan amal saleh. Di mana pun kalian berada, Allah akan mengumpulkan kalian semua (untuk memberi balasan atas amal baik dan buruk pada hari kebangkitan). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Dalam sejumlah riwayat dari Ahlulbait as., frasa «أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا» ditafsirkan sebagai berkumpulnya para pendukung dan sahabat Imam Mahdi as. pada saat kemunculannya. Imam Baqir as. berkata mengenai ayat ini:

«يَعْنِي أَصْحَابَ الْقَائِمِ الثَّلَاثَ مِائَةِ وَ الْبِضْعَةَ عَشَرَ رَجُلاً قَالَ وَ هُمْ وَ اللَّهِ الْأُمَّةُ الْمَعْدُودَةُ قَالَ يَجْتَمِعُونَ وَ اللَّهِ فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ قَزَعٌ كَقَزَعِ الْخَرِيفِ.» (Al-Kāfi, jilid 8, hlm. 313)

"Yang dimaksud adalah para sahabat al-Qa'im (Imam Mahdi) yang berjumlah tiga ratus lebih beberapa orang." Beliau bersabda: "Demi Allah, merekalah 'umat yang terhitung' (al-ummah al-ma'dūdah)." Beliau bersabda lagi: "Demi Allah, mereka akan berkumpul dalam satu waktu yang sama, seperti gumpalan-gumpalan awan musim gugur yang berkumpul (karena tiupan angin)."

Imam Ridha as. juga bersabda:

«وَ ذَلِكَ وَ اللَّهِ أَنْ لَوْ قَدْ قَامَ قَائِمُنَا يَجْمَعُ اللَّهُ إِلَيْهِ شِيعَتَنَا مِنْ جَمِيعِ الْبُلْدَانِ.» (Bihârul-Anwâr, jilid 52, hlm. 291)

"Demi Allah, apabila Qa'im kami (Imam Mahdi) telah bangkit (melakukan revolusi), Allah akan mengumpulkan para pengikut kami dari seluruh negeri (kota-kota) kepadanya."

Penafsiran ini termasuk ke dalam pemahaman makna batin (batin) ayat, karena menurut riwayat-riwayat, ayat-ayat Al-Qur'an terkadang memiliki makna yang beragam. Satu makna bersifat lahiriah dan umum, sementara makna lainnya merupakan makna batiniah—yang disebut sebagai batin ayat—yang tidak diketahui kecuali oleh Nabi Saww., para Imam as., dan orang-orang yang dikehendaki oleh Allah.

Berdasarkan perspektif riwayat-riwayat ini, Allah yang memiliki kekuasaan untuk mengumpulkan kembali partikel-partikel tanah manusia yang berserakan dari berbagai penjuru dunia pada hari kebangkitan, dengan mudah dapat mengumpulkan para sahabat Imam Mahdi as. dalam satu hari dan satu jam, untuk menegakkan pemerintahan keadilan global dan mengakhiri segala bentuk kezaliman dan penindasan.

Ayat Kelima:

«بَقِيَّتُ اللَّهِ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِحَفِيظٍ» (Hud [11]: 86)

"Apa yang ditinggalkan Allah untuk kalian (dari harta yang halal) adalah lebih baik bagi kalian jika kalian benar-benar beriman. Dan aku bukanlah seorang pengawas atas kalian (dan tidak ditugaskan untuk memaksa kalian beriman)."

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa «بَقِيَّتُ اللَّهِ» (Baqiyatullah) ditafsirkan sebagai eksistensi Imam Mahdi as. atau sebagian Imam lainnya as.

Imam Baqir as. bersabda:

«وَ أَوَّلُ مَا يَنْطِقُ بِهِ هَذِهِ الْآيَةُ «بَقِيَّتُ اللَّهِ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ» ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا بَقِيَّةُ اللَّهِ فِي أَرْضِهِ» (Kamâluddin wa Tamâm an-Ni'mah, jilid 1, hlm. 330)

"Perkataan pertama yang diucapkan (Imam Mahdi as.) setelah bangkit (berdiri) adalah ayat ini: «بَقِيَّتُ اللَّهِ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ». Kemudian beliau bersabda: 'Akulah Baqiyatullah di muka bumi-Nya.'"

Memang benar bahwa dalam ayat yang dimaksud, yang menjadi sasaran bicara adalah kaum Syu'aib, dan yang dimaksud dengan «بَقِيَّتُ اللَّهِ» adalah keuntungan/rizki halal atau pahala ilahi. Namun, setiap sesuatu yang bermanfaat—yang ditinggalkan oleh Allah untuk manusia dan menjadi sebab kebaikan serta kebahagiaannya—disebut sebagai «بَقِيَّتُ اللَّهِ». Atas dasar ini, seluruh nabi ilahi dan pemimpin-pemimpin besar adalah Baqiyatullah.

Karena Imam Mahdi yang dijanjikan as. adalah pemimpin terakhir dan pemimpin terbesar setelah diutusnya Nabi Muhammad Saww., maka beliau adalah salah satu manifestasi paling jelas dari «بَقِيَّتُ اللَّهِ» dan pribadi yang paling layak menyandang gelar ini; terlebih lagi karena beliau adalah satu-satunya yang tersisa setelah para nabi dan imam.

Ayat Keenam:

«هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ» (At-Taubah [9]: 33)

"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya (mengunggulkannya) di atas seluruh agama, meskipun orang-orang musyrik membencinya."

Ayat yang mulia ini, dengan redaksi yang sama, juga terdapat dalam Surah Ash-Shaff, dan dengan sedikit perbedaan dalam Surah Al-Fath. Ayat ini mengabarkan tentang peristiwa penting, dan kepentingan inilah yang menyebabkan pengulangannya. Ayat ini memberi kabar tentang globalisasi Islam dan meluasnya ajaran ini di muka bumi.

Sebagian mufasir menafsirkan kemenangan yang dimaksud dalam ayat ini sebagai kemenangan yang bersifat regional dan terbatas—yang terjadi pada masa Nabi Saww. atau masa-masa setelahnya bagi Islam dan umat Muslim. Namun, mengingat bahwa dalam ayat ini tidak terdapat batasan atau syarat apa pun dan bersifat mutlak dari segala segi, tidak ada alasan untuk membatasi maknanya. Konsepnya adalah kemenangan total Islam atas seluruh agama di dunia; yaitu, pada akhirnya Islam akan meliputi seluruh permukaan bumi dan akan menguasai seluruh dunia.

Tidak diragukan lagi bahwa saat ini hal tersebut belum terwujud, namun janji pasti Allah ini secara bertahap sedang menuju pada realisasinya. Menurut riwayat-riwayat, kesempurnaan program ini akan terjadi ketika Imam Mahdi as. muncul dan mewujudkan program globalisasi Islam.

Syaikh Shaduq ra. meriwayatkan dari Imam Shadiq as. dalam tafsir ayat ini:

«وَاللَّهِ مَا نَزَلَ تَأْوِيلُهَا بَعْدُ وَلَا يَنْزِلُ تَأْوِيلُهَا حَتَّى يَخْرُجَ الْقَائِمُ عَجَّلَ اللَّهُ تَعَالَى فَرَجَهُ الشَّرِيفَ فَإِذَا خَرَجَ الْقَائِمُ لَمْ يَبْقَ كَافِرٌ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ وَلَا مُشْرِكٌ بِالْإِمَامِ إِلَّا كَرِهَ خُرُوجَهُ حَتَّى لَوْ كَانَ كَافِرٌ أَوْ مُشْرِكٌ فِي بَطْنِ صَخْرَةٍ لَقَالَتْ يَا مُؤْمِنُ فِي بَطْنِي كَافِرٌ فَاكْسِرْنِي وَاقْتُلْهُ.» (Kamâluddin wa Tamâm an-Ni'mah, jilid 2, hlm. 670)

"Demi Allah, takwil (makna hakiki/penerapan nyata) ayat ini belum turun, dan tidak akan turun sampai al-Qa'im (Imam Mahdi) as. muncul. Ketika al-Qa'im muncul, tidak akan tersisa seorang pun yang kafir kepada Allah Yang Maha Agung dan tidak pula seorang musyrik (yang mengingkari kepemimpinan Imam) kecuali ia akan membenci kemunculannya. Bahkan jika seorang kafir atau musyrik berada di dalam perut sebuah batu, batu itu akan berseru: 'Wahai mukmin, di dalam perutku ada seorang kafir, maka pecahkanlah aku dan bunuhlah dia!'"

(Beberapa cendekiawan Syiah menyebutkan jumlah ayat yang berkaitan dengan "Mahdawiyah" mencapai lebih dari 120 ayat, dan untuk itu dapat merujuk pada kitab-kitab terperinci dalam bidang ini. Oleh karena itu, dalam pembahasan ayat-ayat Mahdawi ini, kami mencukupkan diri sampai di sini.)

Pembahasan ini akan bersambung...

Dikutip dari buku "Darsnâmeh-ye Mahdawiyyah", karya Khodamorad Salimian, dengan sedikit perubahan.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha