Berita Hawzah – Hujjatul-Islam wal-Muslimin Gholamali Shafai Bushehri, Imam Jumat Bushehr, dalam khutbah salat Jumat pekan ini, seraya menekankan bahwa kemenangan pihak kebenaran tidak semata-mata bergantung pada peralatan, kemampuan militer, dan perhitungan material, menyatakan: Iman, menolong agama Allah, kehadiran di medan perjuangan, keteguhan, jihad, kepatuhan kepada Wali Fakih, kesabaran, dan ketakwaan menjadi sarana untuk meraih kekuatan ilahi. Dan setiap kali kekuatan ini menyatu dengan kemampuan suatu bangsa, maka kemenangan pasti akan diraih.
Beliau, seraya mewasiatkan kepada diri sendiri dan para jamaah untuk menjaga ketakwaan kepada Allah, mengungkapkan: Takwa adalah bekal terbaik untuk keselamatan dan kebahagiaan akhirat, serta salah satu jalan terpenting untuk meraih cinta dan perhatian khusus ilahi dalam kehidupan dunia.
Imam Jumat Bushehr, merujuk pada salah satu strategi terpenting kemenangan dunia Islam atas musuh-musuhnya, menyatakan: Di pusat-pusat militer, pertahanan, dan manajerial dunia, berbagai faktor seperti kapabilitas, perencanaan, manajemen, koordinasi, pengawasan, kekuatan eksekutif, peralatan yang efisien, daya pencegahan, menggagalkan rencana ofensif musuh, pertahanan sipil, serta pengelolaan masalah ekonomi dan persepsi, dikaji sebagai faktor-faktor kemenangan.
Wakil Wali Fakih di Provinsi Bushehr melanjutkan: Sepanjang sejarah, banyak buku ditulis tentang faktor-faktor kemenangan dalam perang, dan berbagai seminar serta konferensi telah diselenggarakan. Namun, dalam sistem perhitungan ilahi dan manajemen perang, ada satu elemen fundamental yang jika terwujud, maka kemenangan pihak yang memilikinya akan menjadi pasti, yaitu meraih pertolongan dan kekuatan ilahi.
Imam Jumat Bushehr, merujuk pada ajaran Al-Qur'an, menegaskan: Kemenangan sejati datang dari sisi Allah; Dzat yang tak terkalahkan, Mahabijaksana, Maha Melihat, dan Meliputi segala urusan.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri mengatakan: Pengalaman sejarah Islam dan bahkan sejarah agama-agama samawi menunjukkan bahwa setiap kali front pembela agama mampu meraih perhatian dan kekuatan ilahi, ia meraih kemenangan. Namun, setiap kali karena berbagai alasan ia menjauh dari jalan ini dan tidak mampu meraih pertolongan ilahi, Allah menyerahkan pihak tersebut kepada dirinya sendiri, dan akibatnya adalah kekalahan.
Beliau menekankan: Perlu dikaji faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kekuatan ilahi menyatu dengan kekuatan pertahanan dan militer suatu negara dan bangsa, sehingga pihak kebenaran mendapat pertolongan khusus dari Allah.
Wakil Wali Fakih di Provinsi Bushehr menyebutkan iman yang menyeluruh kepada Allah dan agama ilahi sebagai faktor pertama untuk meraih kekuatan dan pertolongan ilahi, dan melanjutkan: Al-Qur'an menjanjikan kemenangan kepada orang-orang mukmin, dan menekankan bahwa orang-orang beriman tidak boleh membiarkan rasa lemah, duka, dan kemandekan merasuki diri mereka.
Beliau menyatakan: Allah dalam berbagai ayat telah menjanjikan pertolongan kepada orang-orang mukmin, dan janji ini menunjukkan bahwa iman merupakan salah satu pilar terpenting bagi kekuatan dan kemenangan masyarakat Islam.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri, seraya menekankan bahwa iman bukan sekadar klaim atau keyakinan mental semata, mengingatkan: Iman yang sejati adalah ketika sistem pemikiran, nalar, keyakinan, dan tindakan seseorang terbentuk berdasarkan ajaran-ajaran agama; seseorang beriman kepada Allah dan agama-Nya, serta dalam praktiknya tetap konsisten pada ajaran-ajaran ilahi.
Beliau menambahkan: Faktor terpenting bagi kekuatan suatu negara dalam meraih kekuatan ilahi adalah iman pribadi dan sosial di semua lapisan masyarakat; iman yang mengalir dari tingkat manajemen tertinggi hingga masyarakat umum.
Imam Jumat Bushehr menyebutkan kehadiran di medan (lapangan) dan menolong agama Allah sebagai faktor kedua untuk meraih pertolongan ilahi, dan melanjutkan: Masyarakat yang tidak meninggalkan medan perjuangan dan bertahan untuk membela agama Allah, nilai-nilai, dan kemerdekaannya, akan mendapat pertolongan dari Allah.
Beliau menegaskan: Allah telah berjanji bahwa orang-orang yang menolong agama-Nya akan memperoleh pertolongan ilahi, dan akan diberi kekuatan yang melampaui kekuatan-kekuatan biasa dan kemampuan material semata.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri menyatakan: Jika suatu bangsa bertahan di jalan Allah, Allah akan meningkatkan kekuatan dan keteguhannya, serta meneguhkan langkah-langkah bangsa tersebut.
Wakil Wali Fakih di Provinsi Bushehr menyebutkan keteguhan (istiqamah) sebagai faktor ketiga bagi kemenangan dan perolehan kekuatan ilahi, dan menyatakan: Keteguhan tidak terbatas hanya pada medan militer, tetapi suatu masyarakat haruslah memiliki sikap resistensi dan ketahanan di segala bidang.
Beliau mengatakan: Ketahanan di bidang militer, ekonomi, sosial, politik, dan budaya semuanya adalah hal yang wajib, dan masyarakat yang bertahan menghadapi tekanan, ancaman, dan kesulitan di semua bidang ini akan memperoleh pertolongan ilahi.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri mengingatkan: Bangsa-bangsa dan negara-negara yang di tengah jalan, karena tekanan musuh atau masalah internal, melepaskan perlawanannya, tidak akan mampu mencapai kemenangan akhir.
Beliau menyebutkan kehadiran di garis depan dan medan perjuangan sebagai salah satu faktor penting lainnya bagi kemenangan, dan mengungkapkan: Perjuangan melawan musuh membutuhkan kehadiran aktif di lapangan, dan tidak mungkin mengharapkan kemenangan dengan meninggalkan medan dan mundur.
Imam Jumat Bushehr menekankan: Bangsa yang beriman harus hadir di medan (lapangan) dan melawan musuh-musuh Islam dan bangsa Iran; dengan demikian, janji Allah tentang kekalahan dan kehinaan musuh serta kemenangan orang-orang mukmin akan terwujud.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri menyebutkan kepatuhan kepada Wali Fakih sebagai salah satu faktor fundamental lainnya untuk meraih pertolongan ilahi, dan menyatakan: Pada masa kehadiran para maksum (as), poros kepemimpinan ilahi adalah Imam yang maksum, dan pada masa ghaibah, Wilayatul Fakih menjadi poros bimbingan dan kepemimpinan masyarakat Islam.
Beliau, seraya menekankan pentingnya mengikuti kepemimpinan Ilahi (Wilayah Ilahi) dalam perjalanan masyarakat Islam, mengatakan: Masyarakat yang tidak menjauh dari poros kepemimpinan ilahi dan bergerak dalam jalur kepemimpinan agama, akan memiliki kohesi dan kekuatan yang lebih besar.
Wakil Wali Fakih di Provinsi Bushehr menyebutkan kesabaran dan ketakwaan sebagai faktor penting lainnya bagi kemenangan, dan mengingatkan: Takwa berarti bergerak dalam jalan kehidupan tanpa dosa dan berdasarkan keimanan kepada Allah.
Beliau menekankan: Masyarakat yang memiliki kesabaran dan takwa, akan mampu bertahan menghadapi konspirasi musuh dan menggagalkan rencana-rencana musuh.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri menyatakan: Allah Maha Mengetahui atas segala tindakan, program, dan konspirasi musuh-musuh. Dan jika masyarakat Islam menempuh jalan iman, keteguhan, ketakwaan, dan kesabaran, maka konspirasi musuh tidak akan mampu mencapai tujuannya.
Beliau mengingatkan: Iman, menolong agama Allah, keteguhan, kehadiran di medan, jihad, kepatuhan kepada Wali Fakih, kesabaran, dan ketakwaan adalah faktor-faktor terpenting yang menyatukan kekuatan ilahi dengan kekuatan suatu bangsa dan masyarakat.
Imam Jumat Bushehr menyatakan: Kekuatan ilahi melampaui segala kekuatan materi dan peralatan militer canggih, dan jika kekuatan ini ditambahkan pada kemampuan suatu bangsa, maka kemenangan bangsa tersebut sudah pasti.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri dalam khutbah kedua salat Jumat, seraya mengucapkan selamat atas kelahiran mulia Nabi Muhammad Mustafa (Saww) dan Imam Ja'far Shadiq (as), menyampaikan ucapan selamat atas peristiwa ini kepada Imam Mahdi (as), Pemimpin Revolusi, dan dunia Islam, dan menyatakan: Rasulullah Saww dan para maksum lainnya adalah teladan-teladan menyeluruh bagi kehidupan individu dan sosial umat manusia.
Wakil Wali Fakih di Provinsi Bushehr, dengan menyatakan bahwa Nabi Islam Saww adalah Nabi rahmat dan perlawanan, mengatakan: Rasulullah Saww, di samping mengajak kepada rahmat, akhlak, keadilan, dan pelayanan, juga berdiri teguh dengan kekuatan dan ketegasan menghadapi musuh-musuh dan para perusak.
Beliau menambahkan: Nabi Islam Saww adalah Nabi perdamaian dan perlawanan, peradaban dan kemajuan, keadilan dan anti-penindasan, iman dan ketakwaan.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri menyatakan: Islam adalah agama yang komprehensif; di dalam masyarakat, ia menganjurkan rahmat, keadilan, akhlak, ketakwaan, pelayanan kepada rakyat, dan pengabdian, namun di hadapan musuh-musuh yang agresif, ia menekankan perlawanan, keteguhan, dan tindakan tegas.
Beliau, merujuk pada keteguhan Republik Islam Iran dalam menghadapi Amerika, rezim Zionis, dan pusat-pusat kejahatan lainnya, menyatakan: Perlawanan bangsa Iran saat ini terhadap musuh-musuh merupakan kelanjutan dari jalan hidup (sirah) dan ajaran-ajaran Rasulullah Saww.
Imam Jumat Bushehr menegaskan: Saat ini, Republik Islam Iran berdiri di hadapan Amerika dan rezim Zionis serta melawan dengan kekuatan, dan jalan ini bersumber dari ajaran-ajaran kenabian.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri menekankan: Jika Amerika, rezim Zionis, atau negara lain mana pun berniat melakukan pelanggaran sekecil apa pun terhadap Iran Islam, berdasarkan ajaran-ajaran kenabian, maka mereka akan menerima pukulan terbesar.
Beliau menyatakan: Bangsa Iran dan angkatan bersenjata Republik Islam, dalam membela negara, kemerdekaan, keamanan, dan keutuhan wilayah Iran Islami, akan bertindak dengan kekuatan dan ketegasan.
Wakil Wali Fakih di Provinsi Bushehr, seraya memperingati Pekan Persatuan, melanjutkan: Persatuan adalah sumber kekuatan masyarakat, dan perpecahan akan menjadi landasan melemahnya kekuatan nasional dan kemampuan internasional.
Beliau mengingatkan: Musuh-musuh Islam dan bahkan musuh-musuh agama-agama samawi selalu berupaya melemahkan kekuatan dan kohesi masyarakat agama dengan menciptakan perselisihan dan perpecahan di dalamnya.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri, seraya menekankan pentingnya menjauhi perselisihan, mengatakan: Tidak ada pembenaran yang dapat diterima untuk menciptakan perpecahan di masyarakat, dan semua pihak harus bergerak bersama-sama di sekitar poros Wilayah Fakih, kepentingan nasional, dan menjaga kehormatan Iran Islam.
Beliau mengatakan: Permusuhan Amerika terhadap bangsa Iran dan dunia Islam tidak boleh dilupakan.
Imam Jumat Bushehr, seraya memperingati Pekan Pemerintah dan mengenang para syuhada Rajai, Bahonar, Raisi, dan para syuhada pemerintah lainnya, mengapresiasi upaya-upaya para pejabat eksekutif Provinsi Bushehr, dan dengan menyebut upaya Gubernur Bushehr, para wakil, dan para direktur instansi-instansi eksekutif, menyatakan: Setiap pejabat yang dengan tulus melayani rakyat, layak untuk diapresiasi.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri menyebutkan kepatuhan kepada Wali Fakih (Wilayah) sebagai karakteristik pertama dari pemerintahan yang sukses, dan menambahkan: Anti-arogansi, menciptakan kemajuan berdasarkan program, pemecahan masalah, pemahaman terhadap sistem permasalahan masyarakat, memprioritaskan masalah, dan berpihak kepada rakyat, adalah karakteristik-karakteristik penting lainnya dari pemerintahan yang sukses.
Beliau mengungkapkan: Berpihak kepada rakyat dan melayani rakyat adalah salah satu ibadah terbesar bagi para pejabat.
Wakil Wali Fakih di Provinsi Bushehr menegaskan: Rakyat Iran sejak awal Revolusi Islam hingga hari ini, di berbagai masa, berdiri di samping sistem Islam dengan jiwa, harta, dan menahan berbagai kesulitan, serta telah membela negara dan revolusi mereka.
Beliau mengingatkan: Para pejabat berkewajiban untuk berupaya maksimal mengatasi masalah-masalah rakyat, dan memprioritaskan masalah-masalah penghidupan (ekonomi), budaya, dan sosial masyarakat.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri, seraya mengapresiasi penyelenggaraan meja-meja pelayanan di Provinsi Bushehr, meminta pengembangan program-program tersebut dan mengatakan: Hubungan ini harus ditingkatkan, dan para pejabat harus semaksimal mungkin dapat dihubungi oleh rakyat.
Beliau menekankan: Pintu-pintu ruangan para pejabat harus terbuka bagi rakyat, dan para kepala bagian harus mendengarkan dengan saksama perkataan, masalah, dan tuntutan rakyat.
Imam Jumat Bushehr melanjutkan: Jika suatu permintaan tidak dapat dipenuhi karena alasan hukum, para pejabat harus menjelaskan masalah tersebut kepada rakyat dengan jujur dan transparan, tetapi di mana pun terdapat kemungkinan hukum untuk menyelesaikan suatu masalah, tidak boleh memberikan jawaban negatif kepada rakyat.
Beliau menyatakan: Rakyat tidak mengharapkan hal yang melanggar hukum, melainkan mereka berharap para pejabat, dalam kerangka hukum, menggunakan seluruh kapasitas mereka untuk menyelesaikan masalah.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri, seraya menekankan pentingnya hubungan dua arah antara pemerintah dan rakyat, menegaskan: Hubungan ini adalah salah satu faktor terpenting bagi keberhasilan pemerintah.
Beliau meminta kepada rakyat agar dalam menyampaikan tuntutan dan kritik mereka juga menjaga keadilan dan ketelitian, dan menegaskan: Kritik harus didasarkan pada informasi yang benar, berita yang akurat, dan pandangan yang adil.
Wakil Wali Fakih di Provinsi Bushehr, merujuk pada mendekatnya tahun ajaran baru, meminta para dermawan dan lembaga-lembaga pendukung untuk merencanakan bantuan bagi siswa-siswa yang membutuhkan mulai dari sekarang.
Beliau mengingatkan: Bantuan yang harus diberikan kepada siswa kurang mampu sebelum dimulainya tahun ajaran baru, jangan sampai diberikan dengan penundaan.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri mengungkapkan: Dalam beberapa tahun, bantuan yang seharusnya diberikan pada bulan Shahrivar (Aguatus-September) kepada siswa yang membutuhkan, sering kali tertunda dan diberikan pada bulan-bulan berikutnya, dan masalah ini harus diperbaiki.
Beliau meminta para dermawan, pusat-pusat pendukung, dan lembaga-lembaga terkait untuk dengan penuh kebanggaan mengambil tindakan guna memenuhi kebutuhan para siswa dari keluarga-keluarga kurang mampu.
Imam Jumat Bushehr, seraya memperingati Pekan Wakaf, menilai tradisi Islam ini sebagai tindakan yang abadi dan bernilai, dan menyatakan: Selama suatu wakaf masih ada dan masyarakat mengambil manfaat darinya, pahala amal orang yang mewakafkan akan terus mengalir.
Beliau meminta masyarakat untuk memperluas budaya wakaf di tengah komunitas, dan mengingatkan: Wakaf dapat dimulai dari tindakan kecil, bahkan mewakafkan satu buku, dan berlanjut hingga wakaf-wakaf besar.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri mengapresiasi para pejabat dan pelaku di bidang wakaf di Provinsi Bushehr.
Wakil Wali Fakih di Provinsi Bushehr menyinggung situasi mahalnya harga dan kenaikan harga-harga, serta meminta perencanaan serius dari para pejabat untuk mengendalikan dan menstabilkan harga.
Beliau mengatakan: Pemerintah dan instansi-instansi eksekutif harus, dengan menggunakan berbagai metode, menyediakan landasan untuk mengurangi tekanan ekonomi pada masyarakat.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri menyebutkan pembuatan pasar-pasar kecil produksi dan konsumsi di lingkungan permukiman, penyelenggaraan pameran-pameran penjualan langsung barang, dan peningkatan pengawasan atas pasar sebagai bagian dari solusi pengendalian harga, dan mengatakan: Terhadap orang-orang yang dengan sengaja melakukan penjualan mahal dan penimbunan, harus ditindak secara tegas.
Imam Jumat Bushehr meminta lembaga peradilan untuk bertindak tegas dan memberikan efek jera terhadap para perusak ekonomi.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri memperingatkan tentang upaya musuh untuk menciptakan kerusakan dan kemerosotan moral sosial, dan mengingatkan: Salah satu rencana dan konspirasi musuh adalah membuat masyarakat rentan dari dalam dan merusak moral.
Beliau menyatakan: Musuh di berbagai bidang berupaya menyediakan lahan bagi meluasnya penyimpangan-penyimpangan moral dan sosial.
Wakil Wali Fakih di Provinsi Bushehr menyebutkan meluasnya ketidakberhijaban dan ketelanjangan, produksi dan distribusi narkoba serta minuman keras sebagai bagian dari kerusakan-kerusakan yang harus mendapat perhatian serius, dan meminta para pejabat terkait untuk mencegah meluasnya kerusakan-kerusakan ini melalui perencanaan dan tindakan tegas.
Hujjatul-Islam wal-Muslimin Shafai Bushehri menekankan: Jika kerusakan-kerusakan sosial dan moral mencapai tahap menyebar luas di masyarakat dan mencapai tahap penguatan, maka menghadapinya akan menjadi jauh lebih sulit.
Komentar Anda