Jumat 8 Mei 2026 - 20:37
Video/ Solidaritas Para Aktivis Internasional dengan Rakyat Iran; dari Irak dan Lebanon Hingga Madagaskar

Hawzah/ kumpulan dan kegiatan malam di Persimpangan Perlawanan menjadi tuan rumah bagi para tamu internasional dari puluhan negara di seluruh dunia. Mereka menyoroti kehadiran masyarakat Iran di jalan-jalan, dan membawa sorotan tersebut ke panggung internasional.

Berita Hawzah – Sekitar 70 malam masyarakat Republik Islam Iran telah hadir di jalan-jalan untuk membela Negaranya dan tatanan Republik Islam Iran.

Kehadiran itu, sejak hari-hari awal, menjadi sorotan khusus di media-media dunia. Banyak media yang oposisi pada mulanya tidak mau menyiarkan arak-arakan malam hari rakyat di Iran, namun kemudian terpaksa menampilkan sebagian dari kegiatan malam tersebut.

Video/ Solidaritas Para Aktivis Internasional dengan Rakyat Iran; dari Irak dan Lebanon Hingga Madagaskar

Di antara itu semua, sebagian kumpulan malam memiliki program-program khusus yang bertujuan menyampaikan pesan mereka kepada dunia.

“Persimpangan Perlawanan” adalah tempat yang sejak awal kegiatan malam menjadi tuan rumah bagi puluhan tamu asing. Setiap malam, tempat ini mengundang salah satu aktivis internasional dari Eropa dan Asia hingga Amerika dan negara-negara Barat, sehingga berperan penting dalam penyampaian sorotan internasional terhadap kumpulan malam rakyat Iran. Kegiatan ini setiap malam disiarkan secara langsung di depan kamera jaringan Al Jazeera.

Dalam salah satu pertemuan, Hujjatul Islam Abu Khamsin, anggota Kataib Hizbullah, mengatakan:

“Rakyat Irak berada bersama kalian, dengan seluruh jiwa dan harta mereka. Kami—kaum Syiah ‘Ali bin Abi Thalib (as)—tidak pernah membiarkan anak-anak Syiah di seluruh dunia sendirian. Tetapi kesyahidan kalian adalah kesyahidan kami; dan marja’ kalian juga adalah marja’ kami. Perang ini bukan milik kalian semata. Prioritas kami di Irak adalah kemenangan bangsa Iran yang mulia dalam perang ini.”

Maryam Chawaz dari Ekuador, dalam salah satu pertemuan malam, mengatakan:

“Iran juga telah menunjukkan sumber harapan bagi semua negara di dunia, dan khususnya bagi rakyat Amerika Latin, yang selama bertahun-tahun akibat kolonialisme dan eksploitasi menanggung penderitaan besar. Iran membuktikan bahwa bisa melawan—melawan negara-negara yang menganggap diri mereka paling unggul dan memegang hegemoni—melalui perlawanan, sampai pada kemenangan dan peneguhan hak.”

Amal Shabib dari Lebanon dalam salah satu kumpulan malam berkata:

“Israel tahu bahwa hari ini kekuatan perlawanan terbesar dan paling utama di kawasan ini—yakni poros poros perlawanan—berada di pihak Iran dan Lebanon. Hadirnya kalian di medan ini adalah pesan global bagi semua bangsa di dunia. Rakyat dunia berharap bisa berada di posisi kalian. Rezim Zionis berpikir bahwa dengan melakukan teror terhadap pemimpin agung arus perlawanan bisa menghancurkan gerakan tersebut, tetapi yang mereka hadapi adalah kelahiran kembali (kemenangan baru) di Iran.

‘Kami dan kalian tidak pernah menjual negara kami. Kami akan selalu menjaga nama dan bendera negara kami tetap berdiri dengan penuh kebanggaan.’”

Muhammad, aktivis budaya dari Mali, dalam salah satu pertemuan mengatakan:

“Yang dikatakan orang-orang Barat adalah bahwa di Barat ada demokrasi, tetapi itu bohong. Sesungguhnya di sana tidak ada demokrasi yang sejati. Demokrasi yang benar justru ada dalam Islam. Saat Nabi (saww) hidup berdamai dan berdampingan dengan orang-orang Kristen dan non-Muslim, maka demokrasi sejati adalah Islam.

Dalam demokrasi dikatakan perempuan harus bebas. Islam justru memberikan kebebasan terbaik dan paling bernilai bagi perempuan. Jika kalian meneliti sejarah kehadiran perempuan di Barat, kalian akan memahami bagaimana kondisi perempuan di sana—tidak ada penghargaan terhadap perempuan dalam sejarah Barat. Islamlah yang menghadirkan nilai bagi perempuan. Karena itu, Islam adalah peradaban yang paling berharga di dunia.”

Mubina, aktivis budaya Ahlussunnah dari Uni Emirat Arab (Lebanon namun asli Iran), mengatakan:

“Musuh ingin memisahkan kami, tetapi justru kami semakin dekat dan persatuan kami semakin kuat. Allah dalam Al-Qur’an berfirman: orang-orang yang bersama Rasulullah itu tegas terhadap orang-orang kafir dan bersikap lembut kepada sesama mereka. Tidak masalah apakah kalian Syiah atau Sunni—kita harus bersama. Saat ini, lima orang sahabat saya ditahan di Uni Emirat Arab karena dukungan mereka terhadap Iran, dan tiga di antaranya adalah Ahlusunah (Sunni)…”

Daniel Katooysyan dari Uganda berkata:

“Rakyat dunia berpikir bahwa kesyahidan pemimpin revolusi akan menimbulkan perpecahan di antara orang-orang Iran, tetapi mereka melihat bahwa justru hal itu membuat persatuan kalian semakin kuat.”

Rawa dari Madagaskar dalam salah satu pertemuan malam mengatakan:

“Orang-orang menanyakan kepada kami: mengapa kalian pergi ke Iran? Kami menjawab: itu berkat rahmat Allah… Kami sebenarnya bisa saja pergi ke Israel, Arab Saudi, atau Eropa, tetapi di negara yang baik seperti Iran kita berada.”

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha