Jumat 8 Mei 2026 - 20:04
14 Kekeliruan Perhitungan Musuh dalam Perang Ramadan

Hawzah/ Khatib Jumat Qom menjelaskan 14 kekeliruan perhitungan musuh dalam Perang Ramadan dan menegaskan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut telah menempatkan mereka dalam kesulitan serius dan strategis.

Berita Hawzah – Ayatullah Alireza A'rafi dalam khutbah Jumat 8 Mei 2026 yang diselenggarakan di Musalla Quds Qom, menyatakan: Musuh dalam menilai Iran dan Poros Perlawanan telah melakukan beberapa kekeliruan perhitungan, dan kesalahan-kesalahan ini membuat mereka terjebak dalam tekanan serius dan strategis.

Imam Jumat Qom melanjutkan: Di antara kesalahan mereka adalah bahwa mereka hanya menilai berdasarkan perhitungan dan teori ilmu politik dan ilmu sosial mereka sendiri, dan mereka tidak melihat faktor-faktor lain. Mereka tidak memahami logika Asyura dan Islam, dan tidak memperhatikan psikologi serta sosiologi bangsa Iran; karena itulah mereka terjebak dalam penilaian yang salah.

Khatib Jumat Qom, dengan menyinggung bahwa awal dari kehancuran sebuah pasukan dalam perang adalah penilaian yang salah terhadap pihak lawan, kemudian menguraikan poros-poros lain dari kekeliruan perhitungan musuh:

- Kekeliruan dalam menilai kehadiran rakyat di arena

- Kekeliruan dalam menilai kerusuhan jalanan dan upaya-fitnah

- Kekeliruan dalam memperkirakan keruntuhan sistem politik dan lembaga-lembaga pemerintahan

- Kekeliruan dalam menilai metode pertahanan Iran (mereka mengira Iran akan bertahan seperti sebelumnya)

- Kekeliruan dalam menilai Poros Perlawanan

- Kekeliruan tentang dukungan internasional

- Kekeliruan dalam memahami logika keagamaan Iran

7 kekeliruan perhitungan orang‑orang Amerika tentang diri mereka sendiri:

Kesalahan pertama: Penilaian yang salah terhadap kelompok Munafiqin dan musuh-musuh Iran 

Imam Jumat Qom menyatakan: Musuh melakukan kesalahan dalam melihat kelompok Munafiqin, para agen, dan pembenci Iran yang bergantung kepada mereka. Mereka membesar-besarkan figur yang lahir dari keluarga terkutuk Pahlavi dan para pengikutnya, dan mengira bahwa jika terjadi sesuatu, mereka akan berubah menjadi pasukan besar yang bisa mengubah perhitungan.

Beliau melanjutkan: Mereka salah dalam menilai para agen ini yang sebagian besar berada di luar negeri dan tidak memahami masyarakat Iran. Minoritas kecil yang penakut, suka mengklaim, tidak cakap, dan terbelakang ini memudar di hadapan mayoritas rakyat Iran. Bahkan di antara orang Iran di luar negeri pun mereka menjadi minoritas, dan rakyat Iran di luar negeri menunjukkan dukungan kepada Iran jauh melebihi perkiraan musuh.

Kesalahan kedua: Penilaian yang keliru terhadap kelompok separatis 

Direktur Hawzah Ilmiyah menjelaskan: Mereka mengandalkan kelompok kecil separatis etnis dan mengira sejumlah kecil kelompok menyimpang ini bisa menjadi aset bagi mereka dan berperan efektif dalam perang darat. Itu adalah kesalahan, karena bangsa Iran adalah satu kesatuan; berbagai etnis dan mazhab adalah bagian dari satu tubuh dan merupakan mata rantai yang kokoh.

Kesalahan ketiga: Penilaian yang salah terhadap sekutu Eropa 

Imam Jumat Qom menyatakan bahwa musuh juga tidak menilai sekutunya dengan benar. Mereka salah mengandalkan Eropa dan sekutunya. Eropa lemah dalam Perang Ukraina dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan energi dan kepentingannya. Bahkan Trump mengatakan Eropa bergantung pada mereka. Di Eropa, sebagian mengambil sikap yang relatif baik; sementara itu, musuh dan kelompok anti-Iran tidak memiliki kekuatan untuk mendukung serangan militer.

Kesalahan keempat: Penilaian yang salah terhadap negara-negara kawasan 

Anggota Dewan Penjaga menyampaikan bahwa Di kawasan, sebagian negara berpikir dengan benar dan menjauhkan diri; meskipun seharusnya mereka berdiri menghadapi para perampas dunia Islam.

Direktur Hawzah Ilmiyah itu menyatakan Musuh mengira beberapa negara Teluk yang bergantung dan tunduk pada mereka dapat berbuat sesuatu, padahal mereka bahkan tidak bisa menjaga pangkalan dan kepentingan musuh.

Beliau berkata: Hari ini bangsa Iran menyeru negara-negara Teluk untuk bersama Islam, Palestina, dan rakyat kalian sendiri. Jika kalian menempuh jalan yang salah, kalian akan menderita kekalahan yang lebih berat di masa depan. Berdirilah di sisi Iran. Iran akan menjadi sahabat yang baik dan setia bagi kalian. Iran adalah batu karang yang keras, barisan baja, poros perlawanan, dan pejuang. Jangan berdiri melawannya.

Kesalahan kelima: Persepsi yang salah tentang Cina dan Rusia

Imam Jumat Qom menjelaskan: Musuh mengira Cina dan Rusia akan bersikap pasif dan menjauh. Benar bahwa dalam jihad ini kami tidak pernah bergantung kepada siapa pun kecuali Allah, dan kami tidak pernah menjadikan siapa pun selain Allah sebagai dasar kekuatan kami; namun Cina dan Rusia memveto resolusi kalian dan tidak mendukung kalian.

Kesalahan keenam: Penilaian yang keliru tentang kekuatan militernya sendiri 

Beliau mengatakan: Musuh sangat mengandalkan kapal induk raksasa, pesawat-pesawat tempur canggih, dan taktik perang yang telah teruji. Trump berpendapat bahwa militer Amerika adalah yang terkuat di dunia. Namun pemimpin syahid kami pernah berkata: “Kekuatan Allah berada di atas mereka.” Dan memang terbukti — kapal-kapal perang musuh bersembunyi, pesawat-pesawat mereka jatuh, dan sistem pertahanan mereka runtuh.

Kesalahan ketujuh: Ketergantungan yang berlebihan pada rezim Zionis

Khatib Jumat Qom melanjutkan: Musuh terlalu melebih‑lebihkan pentingnya rezim perampas Israel, dan rezim ini pun terus‑menerus menipu Amerika dengan mengatakan, “Masuklah ke dalam pertempuran, dan kami akan memberikan pukulan terakhir.” Namun kalian bahkan tidak mengenal Israel kalian sendiri.

Anggota Dewan Penjaga menegaskan kepada musuh: 

Tujuh kesalahan perhitungan kalian dalam menilai Iran, dan tujuh kesalahan perhitungan dalam menilai diri kalian sendiri, semuanya menyebabkan kekalahan kalian.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha