Selasa 5 Mei 2026 - 16:53
Pakistan Gelar "Kebangkitan Darah"

Hawzah/ Sebuah pertemuan besar dan penuh semangat bertajuk “Bi‘tsat-e Khun” (Kebangkitan Darah) digelar untuk mengenang Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Husaini Khamenei dan para syuhada Perang Ramadan yang dipaksakan. Acara tersebut dihadiri secara luas oleh para ulama, cendekiawan, mahasiswa agama (thullab), kaum intelektual, serta berbagai lapisan masyarakat dari beragam mazhab, dan diselenggarakan di Taman Nishter, kota Karachi, Pakistan.

Berita Hawzah – Sebuah pertemuan besar dan penuh semangat bertajuk “Bi‘tsat-e Khun” (Kebangkitan Darah) diselenggarakan untuk mengenang Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Husaini Khamenei dan para syuhada Perang Ramadan yang dipaksakan, di Taman Nishter, kota Karachi, Pakistan.

Dalam acara tersebut, sejumlah besar ulama, cendekiawan, mahasiswa agama, intelektual, serta berbagai lapisan masyarakat dari berbagai mazhab hadir. Melalui pertemuan ini, mereka menyatakan penghormatan, solidaritas, dan kesetiaan mereka terhadap cita-cita luhur Revolusi Islam dan jalan para syuhada.

Para pembicara dalam acara tersebut juga menekankan persatuan umat Islam, perlunya mengakhiri agresi Amerika Serikat dan rezim Zionis, serta memperkuat solidaritas di antara negara-negara Islam.

Dalam acara itu, para ulama menyerukan penutupan segera kedutaan besar Amerika Serikat di Pakistan, pengusiran duta besar dan stafnya, serta pembentukan aliansi militer bersama antara negara-negara Islam untuk menghadapi NATO. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan diplomatik antar negara Muslim serta menghentikan segera agresi Amerika dan Israel terhadap rakyat Palestina dan Lebanon.

Di sela-sela acara tersebut, dilakukan juga penghormatan untuk mengenang anak-anak syahid dari Minab di Iran yang gugur dalam serangan Amerika dan Israel. Foto-foto mereka turut ditampilkan. Tas sekolah, sepatu, dan buku-buku simbolik juga diletakkan di lokasi acara sebagai bentuk peringatan dan penghormatan bagi anak-anak tersebut.

Pakistan Gelar "Kebangkitan Darah"

Selain itu, Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Jawad Naqvi, Ketua Tehreek Bedari Ummat Mustafa Pakistan, dalam sambutannya menyinggung peran menonjol pemimpin syahid Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Khamenei dalam kelangsungan dan penyempurnaan pemerintahan Islam.

Ia menyatakan bahwa beliau telah melanjutkan jalan yang dirintis oleh Imam Khomeini (ra), Syahid Murtadha Mutahhari, dan Syahid Beheshti dengan kebijaksanaan, keteguhan, dan wawasan, serta tidak membiarkan satu pun misi besar Revolusi Islam tetap tidak terselesaikan.

Dalam lanjutan pidatonya, ia menggambarkan peran kepemimpinan dalam mengokohkan fondasi intelektual, politik, dan sosial sistem Islam sebagai peran yang menentukan dan bersejarah.

Pakistan Gelar "Kebangkitan Darah"

Sementara itu, Dr. Miraj-ul-Huda Siddiqui, seorang cendekiawan Ahlusunah dari Pakistan, dalam pernyataannya menekankan perubahan geopolitik di dunia Islam dan menyatakan bahwa kebijakan intervensi Amerika dalam beberapa tahun terakhir secara bertahap telah membawa negara tersebut menuju isolasi di tingkat regional maupun global.

Ia juga menambahkan bahwa sebaliknya, Iran kini tampil sebagai kekuatan penting yang berpengaruh dan menentukan dalam persamaan global, serta memiliki posisi khusus di arena internasional.

Para pembicara dalam acara tersebut secara keseluruhan, dengan mengenang dan menghormati para syuhada perlawanan, menekankan pentingnya persatuan dan solidaritas dunia Islam untuk menghadapi tantangan yang ada.

Mereka juga menyoroti kondisi sensitif di kawasan dan menyerukan perlunya penyusunan serta penerapan strategi bersama yang terpadu dan praktis oleh negara-negara Islam dalam menghadapi kekuatan-kekuatan hegemonik dan arus dominasi.

Pakistan Gelar "Kebangkitan Darah"

Pada akhir acara tersebut, para peserta juga memperbarui baiat (kesetiaan) kepada pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Mujtaba Husaini Khamenei, serta menegaskan komitmen untuk melanjutkan jalan perlawanan, bertahan pada cita-cita Islam, dan mendukung bangsa-bangsa yang tertindas.

Perlu dicatat bahwa pertemuan besar dan luas ini diselenggarakan atas prakarsa Organisasi Mahasiswa Imamiyah Pakistan, Tehreek Bedari Ummat Mustafa Karachi, Majlis Wahdat Muslimin Pakistan, serta Dewan Imam Masjid dan Ulama Imamiyah Pakistan.

Pakistan Gelar "Kebangkitan Darah"

Pakistan Gelar "Kebangkitan Darah"

Pakistan Gelar "Kebangkitan Darah"

Pakistan Gelar "Kebangkitan Darah"

Pakistan Gelar "Kebangkitan Darah"

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha